Usus dan Otak Saling Terhubung: Fakta Menarik tentang Gut-Brain Connection

0
usus dan otak saling terhubung

Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/3d-render-medical-background-with-male-figure-running-virus-cell-attacking-another_1253155.htm

Hai sobat Kata Fina! Sempatkah kalian merasa takut kemudian perut turut mulas, ataupun kebalikannya, dikala perut bermasalah benak jadi kurang fokus? Nyatanya perihal itu bukan kebetulan, lho. Terdapat ikatan erat antara usus serta otak yang diucap gut- brain axis. Koneksi ini jadi salah satu temuan menarik dalam dunia kesehatan sebab meyakinkan kalau pencernaan bukan cuma soal santapan, namun pula dapat mempengaruhi emosi, mood, sampai kesehatan mental secara totalitas.

Apa Itu Gut- Brain Axis?

Gut- brain axis merupakan jalan komunikasi 2 arah antara usus serta otak. Jalan ini bekerja lewat sistem saraf, hormon, serta apalagi kuman baik di dalam usus. Komunikasi ini membolehkan otak mempengaruhi kesehatan usus, begitu pula kebalikannya, keadaan usus dapat mengganti metode kerja otak. Sebab itu, usus kerap diucap selaku“ otak kedua” yang mempunyai kedudukan besar dalam melindungi penyeimbang badan.

Kedudukan Kuman Baik dalam Usus

Di dalam usus ada triliunan mikroorganisme yang diketahui selaku mikrobiota usus. Kuman baik ini tidak cuma menolong mengolah santapan, namun pula berfungsi berarti dalam menciptakan zat kimia yang mempengaruhi otak, semacam serotonin serta dopamin. Serotonin misalnya, sebagian besar malah dibuat di usus, bukan di otak. Jadi, kala mikrobiota usus tidak balance, perihal itu dapat berakibat pada atmosfer hati serta tingkatan tekanan pikiran seorang.

Ikatan Usus serta Kesehatan Mental

Banyak riset menampilkan terdapatnya kaitan antara kesehatan usus dengan kendala mental semacam kecemasan, tekanan mental, serta tekanan pikiran. Dikala usus dalam keadaan kurang baik, sinyal yang dikirim ke otak dapat menimbulkan perasaan risau ataupun atmosfer hati yang tidak normal. Inilah sebabnya kenapa melindungi kesehatan pencernaan sangat berarti, bukan cuma buat badan, namun pula buat kesehatan jiwa.

Pengaruh Emosi terhadap Pencernaan

Ikatan usus serta otak pula nampak jelas kala seorang hadapi tekanan pikiran ataupun rasa khawatir. Otak hendak mengirim sinyal ke sistem pencernaan yang merangsang kendala semacam sakit perut, diare, ataupun kembung. Jadi, bukan cuma usus yang mempengaruhi otak, namun otak pula dapat mengusik kesehatan pencernaan kala kita hadapi tekanan mental yang besar.

Usus selaku “Otak Kedua”

Diucap otak kedua bukan tanpa alibi. Usus mempunyai sistem saraf enterik yang berisi jutaan neuron, nyaris menyamai sistem saraf di otak. Sistem ini membuat usus dapat berperan secara independen, namun senantiasa tersambung erat dengan otak. Kenyataan ini menampilkan betapa berartinya kedudukan usus dalam mengendalikan banyak aspek kesehatan badan.

Santapan serta Ikatan Usus- Otak

Tipe santapan yang kita mengkonsumsi nyatanya memiliki pengaruh besar terhadap ikatan usus serta otak. Santapan besar serat, probiotik, serta prebiotik bisa melindungi penyeimbang kuman baik di usus. Kebalikannya, santapan besar gula serta lemak jenuh dapat mengganggu penyeimbang mikrobiota. Bila usus sehat dengan konsumsi nutrisi yang baik, komunikasi dengan otak pula hendak lebih maksimal sehingga atmosfer hati senantiasa normal.

Akibat Usus Tidak Sehat terhadap Otak

Kala usus bermasalah, akibatnya dapat terasa di otak. Misalnya, seorang yang kerap hadapi sindrom iritasi usus cenderung mempunyai tingkatan kecemasan lebih besar. Infeksi di usus pula dapat merangsang infeksi pada sistem saraf, yang kesimpulannya mempengaruhi konsentrasi serta energi ingat. Inilah yang membuat berartinya melindungi usus senantiasa sehat supaya guna otak dapat berjalan wajar.

Kedudukan Style Hidup dalam Melindungi Kesehatan Gut- Brain Axis

Tidak cuma santapan, style hidup pula mempengaruhi pada ikatan usus serta otak. Pola tidur yang lumayan, berolahraga tertib, serta manajemen tekanan pikiran yang baik teruji menolong melindungi komunikasi antara keduanya senantiasa mudah. Kebalikannya, style hidup yang kurang baik dapat memperparah keadaan usus serta pada kesimpulannya mengusik kesehatan mental.

Kesimpulan

Usus serta otak nyatanya mempunyai ikatan yang sangat erat lewat gut- brain axis. Keadaan usus yang sehat bisa menunjang guna otak, atmosfer hati, sampai energi tahan badan. Kebalikannya, usus yang bermasalah dapat merangsang tekanan pikiran, kecemasan, apalagi kendala konsentrasi. Dengan melindungi pola makan sehat, tidur lumayan, serta style hidup balance, kita dapat membenarkan koneksi usus serta otak senantiasa harmonis. Jadi, jangan remehkan kesehatan ususmu, sebab dari sanalah penyeimbang badan serta benak berawal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *